Tampilkan postingan dengan label persepsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label persepsi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Mei 2010

Kiamat 2012....?

Mengungkap kebenaran akan datangnya kiamat di tahun 2012 berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah...
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Keberadaan manusia akan berakhir, pun begitu dengan alam semesta. Itulah Hari Akhir, hari dimana manusia seperti kupu-kupu yang bertebaran dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. 

يَوۡمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ ڪَٱلۡفَرَاشِ ٱلۡمَبۡثُوثِ                                                                                           
                                        Pada hari itu manusia seperti kupu-kupu yang bertebaran...
       وَتَكُونُ ٱلۡجِبَالُ ڪَٱلۡعِهۡنِ ٱلۡمَنفُوش
                                         Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan..
      ......(Al Qoriah: 4-5)

Selanjutnya kabar akan datangnya Hari Akhir itu kian kencang berhembus, dan di sebagian manusia, kabar kedatangan Hari Akhir tak hanya sekedar lewat di telinga, namun mulai merasuk dan meyakini di dlm hatinya...

2012....adalah tahun dimana sebagian orang percaya akan datangnya Hari Akhir itu....

Berhembus karena didasarkan akan berakhirnya sistem penanggalan bangsa Maya pada tahun 2012 yang konon merupakan bangsa yang paling maju dalam ilmu astronomi, kabar ini serta merta menjadi pembicaraan umat manusia akhir2 ini, termasuk orang-orang yang mengaku dapat mengetahui dan melihat kejadian2 masa datang yang tak ketinggalan untuk angkat bicara......

2012, adalah akhir dari kehidupan manusia dan alam semesta, benarkah?

Kamis, 20 Mei 2010

Sri Mulyani, Neolib kah..??

Oleh Agni Mahesa, Ph.D.


Tulisan ini saya buat sebagai pembelaan sy terhadap Menkeu terbaik di Asia, Sri Mulyani Indrawati. Sebuah pembelaan terhadap kritikan dan serangan membabi buta tak berimbang terhadap salah satu ”aset nasional” negeri ini sampai akhirnya “terpaksa" hengkang dan berhenti mengabdi di tanah air-nya sendiri.

Sebuah persepsi yang saya punya menanggapi serangan sporadis para politikus, media masa, ahli ekonomi, sampai LSM dan kalangan  civitas akademisi (katanya)...yang saya tuangkan dalam sebuah tulisan singkat, bukan untuk “mengajari” karena sy bukanlah ekonom seperti Imam Sugema, Rizal Ramli, atau Ikhsanordin Noorsy yang begitu semangat membagi ”kecerdasannya” dalam mengoreksi setiap kebijakan Pemerintah….tp sebagai bentuk solidaritas terhadap integritas dan idealisme serta kejeniusan Sri Mulyani, dan tentu sebagai “mantan” anak buahnya di Kemenkeu.