Senin, 28 Oktober 2013

Seindah Cinta Ketika Berlabuh...





Awalnya, aku bertemu dengannya di sebuah acara yang diselenggarakan di rumahku sendiri. Gadis itu sangat berbeda dengan cewek-cewek lain yang sibuk berbicara dengan laki-laki dan berpasang-pasangan. 

Sedangkan dia dengan pakaian muslimah rapi yang dikenakannya membantu mamaku menyiapkan hidangan dan segala kebutuhan dalam acara tersebut. Sesekali gadis itu bermain di taman bersama anak-anak kecil yang lucu, kulihat betapa lembutnya dia dengan senyuman manis kepada anak-anak. Dari sikapnya itu aku tertarik untuk mengenalnya. Akhirnya dengan pede-nya keberanikan diri untuk mendekatinya dan hendak berkenalan dengannya. Namun, kenyataannya dia menolak bersalaman dengannku, dan cuma mengatakan, “Maaf…” dan berlalu begitu saja meninggalkanku.


Kamis, 31 Mei 2012

Puisi Untuk Bidadari..




 



Untukmu yang selalu berpepapasan dengan ku, satu kali dalam seminggu..
Untukmu, pemilik pipi merah jambu ketika tersipu…

Untukmu, wahai bidadari yang bermata sayu….
Untukmu, duhai bunga yang selalu merekah di hatiku…

Mereka berbicar a tentang dirimu..
Tentang kebaikan akhlakmu….
Tentang  pesona agamamu…
Dan tentang kepengecutan diriku…

Mereka lupa bahwa 50.000 ribu tahun sebelum diciptakan langit dan bumi…
Allah tidak menuliskan dirimu menjadi bagian dari takdir ku….

Mereka lupa, bahwa engkau adalah rizki bagi hambaNya selain diriku..
dan selamanya rizki itu  takkan pernah tertukar…

Tapi hari-hari sejak pertama melihatmu sampai terucap janjinya padamu....
adalah hari-hari terindah dalam hidupku…

Seindah cinta ketika berlabuh…



Senin, 19 Juli 2010

Bekal-Bekal Pernikahan





Bismillah...

Ehhm... ehmm..

Tulisan singkat ini sengaja saya susun sebagai sebuah nasehat kepada abangku, rekanku, dan sahabatku bang Rahmadyan Sjahrir (semoga Alloh melancarkan azzamnya dan memberikan kemudahan untuk usahanya menyempurnakan agama) atas permintaannya beberapa waktu lalu.

Dalam rangka saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran...
"dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”
 (QS. Al-Ashr : 3) 

Meskipun seharusnya yg memberikan nasehat dalam perkara ini adalah orang2 yg sudah menikah, bukan sy yang belom menikah (hufff...kasian.. -_-") ....namun ada beberapa hal yg saya  ketahui yang mungkin berguna bwt kita semua sebagai bekal menuju pernikahan.

Apa saja?

Selasa, 25 Mei 2010

Kiamat 2012....?

Mengungkap kebenaran akan datangnya kiamat di tahun 2012 berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah...
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Keberadaan manusia akan berakhir, pun begitu dengan alam semesta. Itulah Hari Akhir, hari dimana manusia seperti kupu-kupu yang bertebaran dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. 

يَوۡمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ ڪَٱلۡفَرَاشِ ٱلۡمَبۡثُوثِ                                                                                           
                                        Pada hari itu manusia seperti kupu-kupu yang bertebaran...
       وَتَكُونُ ٱلۡجِبَالُ ڪَٱلۡعِهۡنِ ٱلۡمَنفُوش
                                         Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan..
      ......(Al Qoriah: 4-5)

Selanjutnya kabar akan datangnya Hari Akhir itu kian kencang berhembus, dan di sebagian manusia, kabar kedatangan Hari Akhir tak hanya sekedar lewat di telinga, namun mulai merasuk dan meyakini di dlm hatinya...

2012....adalah tahun dimana sebagian orang percaya akan datangnya Hari Akhir itu....

Berhembus karena didasarkan akan berakhirnya sistem penanggalan bangsa Maya pada tahun 2012 yang konon merupakan bangsa yang paling maju dalam ilmu astronomi, kabar ini serta merta menjadi pembicaraan umat manusia akhir2 ini, termasuk orang-orang yang mengaku dapat mengetahui dan melihat kejadian2 masa datang yang tak ketinggalan untuk angkat bicara......

2012, adalah akhir dari kehidupan manusia dan alam semesta, benarkah?

Senin, 24 Mei 2010

Sifat Shalat Nabi Shallallahu alaihi wassallam

karya Sayikh Muhammad Nashiruddin Albani.


“Sholatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat” 

(HR Bukhori & Muslim)

Sholat merupakan salah satu ibadah terbesar dalam Islam. Ia pembeda, ia pembatas antara muslim dengan kekafiran. 
Nabi bersabda bahwa sholat adalah amalan pertama kali yang dihisab, jika ia baik maka baiklah seluruhnya dan jika buruk maka buruklah seluruhnya pula.

Begitu pentingnya kedudukan sholat dalam Islam, maka besar pula perhatian dan atensi yang harusnya kita berikan pada urusan ini.
 
Dari hadits di atas, dapat kita pahami bahwa sholat kita haruslah sesuai dengan sholat yang dilakukan Nabi, atau dengan kata lain sholat itu harus sesuai dengan tuntunannya Shallallahu alaihi wa sallam.

Pernahkah terbayang oleh kita jika sholat (begitupun  ibadah lainnya) tidak diterima oleh Allah?


Apakah mungkin ibadah kita tidak diterima oleh Allah?

kawan... untuk diterimanya sebuah ibadah itu haruslah memenuhi dua syarat.

apa itu?


Kamis, 20 Mei 2010

SANDIWARA LANGIT

Sandiwara Langit , oleh Ustadz Abu Umar Basyier, Lc
  
Sandiwara Langit, sebuah novel islami yang mulai booming  pasca Islamic  Book Fair (IBF) sukses memikat hati banyak tholabul ilmi termasuk mereka2 yang tadinya kurang doyan membaca novel.

Berbeda dengan novel islami yg telah muncul seperti KCB, AAC, atau  "kompetitornya" di IBF yaitu Bumi Cinta,  Sandiwara Langit menyajikan kisah cinta penuh hikmah yang diangkat dari kehidupan NYATA dua orang anak manusia yang selalu dekat dengan Rabb-nya...

Kisah kehidupan manusia yang begitu berliku, banyak ujian dan hikmah layaknya seduah drama sinetron bahkan lebih hebat lagi, seperti sandiwara yang dibuat-buat dan disetting karena begitu berat ujian dan begitu besar kesabaran manusia dlm menghadapi peristiwa yang mengiringi hidupnya.....


Sri Mulyani, Neolib kah..??

Oleh Agni Mahesa, Ph.D.


Tulisan ini saya buat sebagai pembelaan sy terhadap Menkeu terbaik di Asia, Sri Mulyani Indrawati. Sebuah pembelaan terhadap kritikan dan serangan membabi buta tak berimbang terhadap salah satu ”aset nasional” negeri ini sampai akhirnya “terpaksa" hengkang dan berhenti mengabdi di tanah air-nya sendiri.

Sebuah persepsi yang saya punya menanggapi serangan sporadis para politikus, media masa, ahli ekonomi, sampai LSM dan kalangan  civitas akademisi (katanya)...yang saya tuangkan dalam sebuah tulisan singkat, bukan untuk “mengajari” karena sy bukanlah ekonom seperti Imam Sugema, Rizal Ramli, atau Ikhsanordin Noorsy yang begitu semangat membagi ”kecerdasannya” dalam mengoreksi setiap kebijakan Pemerintah….tp sebagai bentuk solidaritas terhadap integritas dan idealisme serta kejeniusan Sri Mulyani, dan tentu sebagai “mantan” anak buahnya di Kemenkeu.